Sambil mengangis Syafii kecil mengadu kepada ibunya . ”Aku tak mau lagi pergi ke sana. Mereka menolak kehadiranku. Namun dengan penuh kelembutan sang ibu terus menyemangati. ”Kembalilah ke sana anakku, nanti jika engkau melihat anak-anak kaya itu belajar duduklah di samping mereka. Tetapi jangan sampai mereka merasa tergannggu”. Satu dua kali nasehat itu dilaksanakan hingga akhirnya ia bisa kembali belajar.
Selasa, 29 Oktober 2013
Senin, 22 April 2013
Perjalanan Sang Pejuang; Ismail Haneya
![]() |
| Mufied Haris, Abu Bakar, Ulumuddin |
Musim semi baru saja dimulai. Dedaunan bahkan belum sempat tumbuh. Juga bunga-bunga belum sempurna bermekaran. Sesekali angin kencang masih datang. Menggoyang pepohonan dan merontokan kuncup yang belum sempat mekar.
Pukul 10.00 pagi saya sampai di masjid Al-Azhar. Tepat dua jam sebelum azan jumat dikumandangkan. Suasana masjid sudah tampak ramai. Lebih ramai dari hari-hari biasa. Setiap hari masjid ini dipenuhi mahasiswa yang sedang talaqqi (berguru langsung kepada Syaikh). Memang benar, jika masjid ini adalah tiang penyangga bagi aktivitas pengetahuan di Mesir. Setiap hari dapat dijumpai kajian ilmu bagi mahasiswa Al-Azhar dari berbagai negara.
Minggu, 21 April 2013
Melukis Kemuliaan Wanita dalam Islam (Refleksi Pemikiran Kartini)
Jika hari kita ditanya tentang kartini, maka sulit rasanya melepas kartini dari istilah emansipasi wanita. Namun sayang, banyak orang salah mengartikan makna dari emansipasi wanita itu sendiri. Sangat Jauh dari cita-cita luhur yang dikehendaki Kartini. Atas nama kebebasan, seni, atau kesetaraaan, wanita justru banyak direndahkan. Parahnya ada orang yang dengan berani membenturkan makna emansipasi wanita dengan nilai-nilai islam. Islam dianggap menempatkan wanita sebagai mahluk kelas rendah. Mulai dari masalah poligami, warisan, hak talak, saksi dan lain-lain.Menimbang Kesyukuran
Amu Ahmad, begitu saya memanggil. Amu yang berarti paman. Lelaki berusia sekitar 50 tahun. Hampir setiap hari kami bertemu di Masjid. Namun tak pernah berbincang serius. Selain hanya sekedar berbalas senyum dan salam. Dari awal pertemuan, saya menduga kalau amu Ahmad adalah seorang hafidz Quran seperti kebanyakan orang mesir yang memang sudah hafal Al-Quran sejak usia dini. Selain itu, dalam banyak kesempatan saya juga sering melihat orang tua memurajaah hafalan Al-Quran dengan suaranya yang lantang lagi keras. Bahkan tanpa harus memegang atau melihat Al-Quran.Subuh Bagi Para Pejuang
Subuh bagi as-Syahid Hasan al-Banna, menjadi bagian dari sejarah hidup yang ia tulis dalam buku hariannya. Subuh yang turut mengantarkannya menjadi salah satu tokoh pergerakan yang pemikirannya paling berpengaruh saat ini. Dalam buku Mudzakirat ad-Da’i wa ad-Daiyah, Hasan al-Banna menulis “Pada liburan musim panas aku dan kawan-kawan biasa berbagi tugas

